BATU AKIK SINDROM

Posted by

Sebagaimana kita lihat dan kita ketahui bersama bahwa dunia memberikan beragam kenikmatan dan kesenangan bagi para manusia.

Tak pelak berbagai kenikmatan dan kesenangan itu terkadang melebihi rasa yang kita miliki kepada Tuhan.

Dan saat ini kita ketahui bersama bahwa Demam Batu Akik sedang mewabah hampir di setiap penjuru bangsa ini.

๐Ÿ’ŒYg lagi demam AKIK, apa tujuan Anda memakainya?

1. Jika tujuan Anda meniru Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ketahuilah bahwa beliau memakainya karena tuntutan keadaan, kalau saja bukan karena tuntutan, tentu beliau tidak mngenakannya, cobalah prhatikan hadits sbb:

Sahabat Anas ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ mengatakan:
Ketika Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ingin menulis surat kepada kisro (raja persia), qoishor (raja romawi) dan raja najasyi, beliau diberi kabar bahwa mereka tidaklah menerima surat kecuali dengan STEMPEL.

Maka Rosululloh ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… pun membuat CINCIN yang lingkarannya terbuat dari perak dan diukirlah padanya tulisan Muhammadur Rosululloh.[HR.Muslim:2092]

2.Jika tujuan Anda karena senang memakai cincin, maka silahkan memakainya, tapi janganlah mendakwakan bahwa itu sunnah Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… karena beliau memakainya bukan karena kesenangan tapi karena tuntutan dan kebutuhan.

Pegang teguhlah perkataan Imam Syafi'i ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ :

Aku beriman kepada Rosululloh dan apapun yang datang dari Rosululloh sesuai yg DIINGINKAN oleh Rosululloh ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… [Lum'atul I'tiqod hal:7].

3.Jika tujuan Anda ingin menggunakannya untuk keberuntungan/penglaris/pesugihan/pelet, maka ini tidak hanya bukan sunnah Nabi, tapi sudah masuk dalam ranah kesyirikan, karena ini sama dengan menggunakan jimat, padahal Baginda Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… telah bersabda:
Barangsiapa menggantungkan tamimah (jimat) maka dia telah jatuh dalam kesyirikan[HR.Ahmad:17422,shahih]

4.Jika Anda mnggunakannya karena ikut-ikutan tren, maka ini tidak sepantasnya dilakukan, karena prangai ikut-ikutan itu menunjukkan tidak adanya prinsip/pegangan hidup.

Abdulloh bin Mas'ud ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ pernah mngatakan:
Janganlah kalian sekali kali jadi orang yang ikut-ikutan, yaitu orang yang mengatakan: aku (akan) bersama manusia, jika mereka mendapatkan petunjuk; aku pun mendapatkan petunjuk dan jika mereka tersesat; aku pun akan tersesat[Hilyatul Aulia 1/136]

5.Jika Anda mnggunakannya tanpa alasan apapun, maka hati-hatilah mungkin saja Anda sedang tidak sadar/lagi kena guna-gina penjual akik (hahahaha, becanda)

โœOleh Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Demikianlah, semoga ada hikmahnya dan bermanfaat.


Blog, Updated at: 07.21

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Send Quick Massage

Nama

Email *

Pesan *