PUASA SYAWAL

Posted by


💥 PUASA SYAWAL 🌿

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

🍀 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

1⃣ Puasa Enam Hari di Bulan Syawal Sebanding dengan Puasa Setahun.

👉 Disunnahkan mengiringi puasa Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal dan itu sebanding dengan puasa setahun.

Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
  “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadlan, lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun”
(HR. Muslim no. 1164, Abu Dawud no. 2433, At-Tirmidzi no. 759, dan lain-lain).

👉 Imam An-Nawawi berkata :
      “Para ulama mengatakan bahwa itu sebanding dengan puasa setahun karena satu kebaikan balasannya sepuluh kali lipat dan puasa sebulan Ramadlan sama dengan puasa sepuluh bulan. Sedangkan puasa enam hari sama dengan puasa dua bulan. Keterangan ini juga terdapat pada hadits marfu’ dalam kitab An-Nasa’i"
(Syarah Shahih Muslim lin-Nawawi 3/238).

👉 Mungkin saja hadis yang dimaksudkan Imam An-Nawawi rahimahullah di atas adalah, “Allah menjadikan satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipatnya, satu bulan sama dengan sepuluh bulan. Adapun puasa enam hari setelah ‘Iedul Fitrih menyempurnakan satu tahun.”
(Shahihut Targhiib wat Tarhiib, No. 993).

2⃣ Tidak Disyaratkan Melakukannya Secara Berurutan.

👉 Hal itu sesuai dengan kemutlakan hadits :
   “lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari”. Kalimat hadits ini tidak menunjukkan keharusan melakukannya secara berurutan. Imam Ahmad berkata : “Nabi mengatakan : ‘Enam hari dari bulan Syawal’, maka bila seseorang berpuasa enam hari tersebut, ia tidak peduli apakah dilakukan secara acak atau berurutan” (Masa’il Abdullah bin Ahmad bin Hanbal halaman 93).

3⃣ Bolehkan Mendahulukan Puasa Enam Hari Bulan Syawal dari MengQadha Puasa Ramadlan?

👉 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab : “Di sini ada satu masalah yang perlu dijelaskan. Yaitu bahwa puasa enam hari bulan Syawal tidak boleh didahulukan dari mengqadla puasa Ramadlan. Jika itu terjadi, maka puasa tersebut menjadi puasa sunnah mutlak dan pelakunya tidak memperoleh pahala seperti yang dijelaskan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya : “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadlan, lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun”.

👉 Hal itu karena bunyi hadits tersebut adalah : Barangsiapa yang berpuasa Ramadlan, dan ini sangat jelas. Sebagian pengkaji ilmu mengira bahwa masalah perbedaan tentang sahnya melakukan puasa sunnah sebelum meng-qadla puasa wajib berlaku pula pada masalah ini. Padahal masalah ini tidak berlaku pada kasus yang satu ini, karena haditsnya jelas menyatakan bahwa tidak ada puasa enam hari kecuali setelah meng-qadla puasa Ramadlan” (Asy-Syarhul-Mumti’ 6/448). Wallahu A'lam

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

♻ Silahkan disebar kiriman ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah. Jazakumullahu Khairan.


Blog, Updated at: 01.58

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Send Quick Massage

Nama

Email *

Pesan *